Banyak juga orang berpikir, kalau bisnismen itu sekedar pemberani dan risk taker. Betul atribute itu amat penting. Tapi kalau itu saja, tidak akan menjamin Anda menjadi businesmen. Para Koboi di film Wild west, Tentara atau Preman pasar itu juga para pemberani dan risk taker. Tetapi tidak berarti mereka otomatis akan berhasil kalau masuk dalam dunia bisnis Disinilah dibutuhkan kecerdasan dan hikmat untuk mengaplikasikan keberanian mengambil resiko dalam rangka outward looking. Harus ada subjek kepentingan dan kebutuhan pihak lain, yang kita sasar. Harus ada values creation bagi pihak lain yang kita ciptakan dalam konteks keberanian itu. Dengan begitu barulah unsur ekonomi dan bisnis bisa berkembang.
Juga tidak berarti sekedar risk taking saja, orang lantas punya spirit entreprenurship. Kalau risk taking itu hanya diarahkan untuk kesenangan dan kepentingan diri sendiri, ia tidak ada artinya. Mengapa kita katakan begitu? Misalkan saja seorang pemuda yang setiap hari menyulut rokok, ia termasuk kategori “pemberani”. Maksudnya meskipun ia mengerti resiko karsingenik yang diakibatkan zat kimia rokok, tapi tetap mengambil resiko tersebut, untuk kesenangan akan dirinya sendiri. Resiko yang amat tinggi, kerena mempertaruhkan kesehatannya sendiri. Tapi tidak serta merta bisa menjadi entreprenur sukses. No way!. Tidak juga para bondo nekat yang berani mengambil resiko apapun, terus akan punya bibit entreprenurship yang hebat kalau mereka terjun kedalam sektor bisnis.